Ayam Arab adalah ayam petelur unggul karena kemampuannya bertelur yang cukup tinggi. Kebanyakan masyarakat memanfaatkan ayam arab karena produksi telurnya tinggi yaitu mencapai 190-250 butir per tahun dengan berat telur rata-rata 40 gram. Warna kerabang sangat bervariasi yakni putih, kekuningan dan coklat sehingga kadang banyak orang yang tidak bisa membedakan mana telur ayam arab dan mana telur ayam kampung.
Sisi keunggulan ayam arab antara lain:
- Harga DOC yang berfluktuasi, kadang lebih tinggi/rendah dibandingkan ayam kampung biasa. Per Agustus 2011 harga doc 3.500/ekor sudah divaksin mareks.
- Berat telur berkisar antara 35-42,5 gram
- Warna kerabang telur bervariasi yaitu putih, kekuningan dan putih kecoklatan
- Harga induk tergolong tinggi (pullet mencapai harga Rp 45.000/ekor)
- Konsumsi pakan (FCR) relatif kecil karena termasuk tipe kecil
- Daya seksualitas pejantan tinggi
- Ayam betina tidak mempunyai sifat mengeram, sehingga masa bertelurnya panjang
- Bisa dijadikan untuk perbaikan genetik ayam buras
Adapun sisi kelemahan ayam arab antara lain:
- Wama kulit dan daging agak kehitaman sehingga harga jual masa remaja dan afkirnya relatif rendah
- Sifat mengeram hampir tidak ada, sehingga butuh mesin tetas untuk menetaskan telurnya atau menggunakan jasa ayam induk ayam kampung, enthok atau yang lainnya.
- Bobot badan afkir rendah yaitu sekitar 1 - 1,2 kg
Akan tetapi jika dilihat dari sisi keunggulannya maka sisi kelemahan akan tidak ada artinya. Semoga dengan artikel ini dapat membantu bagi calon peternak, calon investor, dan yang sudah memiliki peternakan ayam arab untuk lebih mengetahui ayam yang akan dan yang sudah dipelihara.
Source : http://sentralternak.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar