Selasa, 04 November 2014

Kurnia farm jember menjual DOC ayam arab dan telur ayam arab

Kami menjual DOC ayam arab dan telur ayam arab

spesifikasi :

1.   DOC ayam arab harga Rp5000/ Ekor



2.   Telur ayam arab harga Rp1100/ Butir




3.   Pullet 50.000/ Ekor



Bagi rekan- rekan yang membutuhkan komoditi tersebut silahkan menghubungi kami melalui kontak yang tersedia.

Untuk sementara melayani pengiriman eks Karisidenan Besuki ( Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo dan Lumajang )
penambahan ongkos kirim hanya untuk pemesanan diluar kab. jember 

Contact Person :

hp : 081336999595


Terima kasih

Senin, 03 November 2014

MANA YANG BAIK
TELUR MENTAH, SETENGAH MATANG ATAU REBUS ?

Deddy Muchtadi

Telur merupakan sumber protein, lemak, mineral, dan vitamin yang baik bagi tubuh. Namun masih anyak yang bertanya-tanya mana yang sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan mentah, setengah matang atau rebus dan bagaimana pengaruh pemasakan terhadap nilai gizinya.
Nilai gizi telur sangat lengkap, telur merupakan sumber protein yang baik, kadarnya sekitar 14%, sehingga dari tiap butir telur akan diperoleh sekitar 8 gram protein. Kandungan asam amino proteinnya sangat lengkap, sehingga protein telur (campuran putih dan kuning telur) seringkali dijadikan sebagai protein “referensi”.
Bila kita anggap nilai biologis telur sama dengan 100, maka nilai biologis daging (sapi) hanya mnecapai 84. Tetapi telur tidak mengandung karbohidrat sama sekali. Kadar lipidanya terdiri dari trigliserida (lemak) dan fosfolipid (termasuk kolesterol). Kadar airnya menyamai kadar air daging, yaitu sekitar 73%.
Telur kaya fosfor dan besi, tetapi kandungan kalsiumnya rendah. Keadaan sepeerti ini sama seperti yang dijumpai pada daging. Selain itu telur juga mengandung vitamin B kompleks, serta vitamin A dan D (dalam kuning telur). Telur sama sekali tidak mengandung vitaminC. Satu butir telur berukuran sedangakan memberikan energi sekitar 80 kilokalori.
Seringkali orang menganggap bahwa telur yang kuningnya berwarna (kecoklatan) lebih bergizi dibandingkan dengan yang kulinya keputih-putihan. Sesungguhnya hal ini tidak benar sama swekali. Tidak ada hubungan antara warna kulit telur dengan nilai gizinya, artinya nilai gizi telur yang kulitnya berwarna kecoklatan atau keputih-putihan, sama saja. Demikian pula telur ayam kampung sama nilai gizinya dengan telur ayam ras, meskipun banyak orang yang lebih menyukai telur ayam kampung.
HINDARI PENCUCIAN TELUR
Di dalam putih telur terdapat suatu zat protein yang dapat memberikan pengaruh-pengaruh negatif bagi tubuh, karena kemampuannya untuk mengikat biotin (suatu vitamin). Biotin akan terikat kuat oleh avidin sehingga tidak dapat diserap oleh usus dan akhirnya dikeluarkan bersama feses.
Keracunan oleh avidin memberikan gejala sebagai berikut : dermatitis, kebotakan dan kelainan syaraf. Dosis keracunan selain dipengaruhi oleh aktivitas avidin dalam telur (dipengaruhi oleh proses pengolahan/pemanasan) dan jumlah telur yang dikonsumsi, juga sangat dipengaruhi oleh kadar biotin dari makanan lain yang dikonsumsi, serta status biotin dalam darah. Sehingga tidak setiap orang yang mengkonsumsi telur akan menderita keracunan.
Avidin dapat dihancurkan aktivitasnya dengan cara memanaskan pada suhu 18 o C selama 5 menit (pada suhu yang lebih tinggi diperlukan waktu pemanasan yang lebihn singkat), kecuali untuk telur yang telah mengalami fermentasi (misalnya telur “1000 tahun” dari Cina) yang memerlukan waktu pemanasan 18 kali lebih lama. Karena itu avidin seringkli disebut juga sebagai “ Chinese dried egg white injury factor”.
Ovomukoid juga merupakan protein yang terdapat dalam putih telur (mentah), karena kemampuannya untuk menginaktifkan enzim pencernaan protein (yaitu tripsin). Daya cerna yang rendah menunjukkan makin banyak bagian makanan yang terbuang ke feses.
Tidak seperti halnya dengan avidin, ovomukoid merupakan protein yang relatif lebih stabil terhadap pemanasan. Sekitar 90% aktivitasnyadapat dihancurkan dengan pemanasan pada suhu 80 o C selama 30 menit, dan seluruh aktivitasnya akan hilang dengan pemanasan pada suhu 90 o C selama 15 menit. Penelitian-penelitian lebih lanjut membuktikan bahwa enzim tripsin manusia tidak dipengaruhi aktivitasnya oleh ovomukoid.
Salmonella adalah suatu bakteri yang dapat menimbulkan keracunan ( Salmonella Food poisoning ), dengan gejala-gejala seperti mual-mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, kedinginan, demam, dan diare.
Bakteri ini dapat mengkontaminasi telur sewaktu masih dalam indung telur ayam, tetapi yang paling sering terjadia adalah setelah telur dikeluarkan, terutama apabila kebersihan kandang dan lingkungan kurang diperhatikan. Pencucian telur dapat mempertinggi resiko masuknya bakteri ke dalam telur, karena itu sebaiknya dipilih telur yang bersih (tidak terkena kotoran ayam).
Salmonella dapat diinaktifkan dengan pemanasan. Untuk menghindari terjadinya keracunan oleh Salmonella, Departemen Pertanian Amerika serikat (USDA) mengharuskan melakukan pemanasan (pasteurisasi) selama 3,5 menit pada suhu 56,70 o C atau 6,2 menit pada suhu 55,50 o C untuk putih telur, atau 6,2 menit pada suhu 60 o C untuk telur utuh (campuran putih telur dan kuning telur).
MANA YANG BAIK
Meskipun telah dibuktikan bahwa ovomukoid tidak berpengaruh pada tripsin manusia, namun nampaknya proses pencernaan bayi dan anak kecil lebih peka dibandingkan dengan orang dewasa. Jadi sebaiknya telur mentah tidak diberikan pada bayi dan anak-anak, bahkan bagi anak yang berumur kurang dari satu tahun sebaiknya diberikan telur rebus, bukan telur setengah matang.
Untuk menhindari terjadinya keracunan Salmonella, bila telur yang akan dikonsumsi dalam keadaan kotor lebih baik tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah, walaupun telur itu ditujukan untuk orang dewasa.
Tetapi bula Salmonella tidak merupakan masalah (misalnya keadaan telur bersih), maka nilai gizi telur mentah, setengah matang maupun rebus, bagi orang dewasa tidak berbeda.
Masalah lain yang perlu diperhatikan dalam mengkonsumsi telur bagi orang dewasa (terutama yang berumur 40 tahun atau lebih, atau yang mempunyai kecenderungan mengidap penyakit jantung koroner)adalah kandungan kolesterol yang terdapat dalam kuning telur.
Kadar kolesterol yang terdapat dalam kuning telur sekitar 250 mg per butir (dalam daging sapi terdapat sekitar 75 mg per 3 ons, dalam hati sekitar 370 mg/3 ons dan dalam otak sekitar 1700 mg/3 ons). Para ahli gizi menganjurkan agar orang dewasa hanya mengkonsumsi telur paling banyak 4 butir per minggu.
Proses penggorengan akan menurunkan nilai gizi protein telur, meskipun relatif tidak banyak. Telur mata sapi nilai gizi proteinnya lebih rendah dari telur rebus, dan telur dadar lebih rendah lagi (apalagi yang berwarna kecoklatan). Dalam hubungan ini kita harus memilih apakah kita mengutamakan faktor rasa (telur yang digoreng kering lebih enak rasanya) atau faktor nilai gizi proteinnya.

Sumber : Harian PELITA, Minggu 9 Desember 1990

vaksin

Vaksin AI Baru, Ditunggu

Akhir tahun ini pemerintah rencananya mengeluarkan bibit vaksin AI (Avian Influenza) terbaru.
Jarang terdengarnya wabah AI (Avian Influenza) dengan ditandai kematian massal pada ayam pedaging (broiler) dan ayam petelur (layer) belakangan ini, bukan berarti ancaman virus H5N1 itu mereda. Indikasi pergeseran efikasi (kemanjuran) vaksin AI yang selama ini diterapkan mulai terlihat.
Yang kemudian sering ditemui saat ini, kasus AI tidak menimbulkan kematian yang tinggi. Tetapi serangannya pada layer mengakibatkan produksi telur pada masa puncak tidak maksimal. Virus H5N1 seakan menjelma dengan muka baru. Peternak dituntut lebih jeli. Sebagian mulai mempertanyakan vaksin AI apa yang baik digunakan saat ini?
Efikasi Vaksin AI
Guna menjawab kegalauan itu, belum lama ini ahli virologi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr drh I Wayan Teguh Wibawan menggandeng beberapa peternak berinisiatif melakukan uji tantang untuk melihat efikasi vaksin-vaksin AI yang beredar di pasaran terhadap virus H5N1 terbaru. Uji tantang dilakukan pada peternakan ayam di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Pertama, Wayan melakukan pengujian terhadap ayam yang tidak divaksin lalu ditantang dengan virus H5N1 dari Nagrak Sukabumi dan Jawa Timur. Hasilnya pada hari kedua ayam sudah mati semua. Kedua, dilakukan pengujian menggunakan vaksin heterolog (H5N2), hasilnya pada hari ketiga 90% ayam mati. “Saya sulit merekomendasikasikan penggunaan vaksin heterolog,” kata Wayan kepada TROBOS baru-baru ini di Kampus IPB.
Ketiga, pengujian dilakukan menggunakan vaksin homolog H5N strain (jenis) Legok. Hasilnya, ditantang dengan virus lapang H5N1 asal Jawa Timur ayam masih kuat. Sedangkan uji tantang dengan virus asal Sukabumi, vaksin Legok tidak mampu menangkal lagi, ayam terinfeksi. Terakhir pengujian dilakukan menggunakan vaksin AI polivalen (strain virus gabungan). Hasilnya vaksin tersebut bisa melindungi ayam sampai 90%.
Dari hasil pengujian tersebut Wayan menyimpulkan, harapan baru vaksin AI dengan efikasi tinggi adalah vaksin AI polivalen atau bisa juga disebut cocktail AI. Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini setidaknya ada 3 strain virus AI di lapangan yaitu Legok, Konawe, dan Sukabumi.
Yang berbeda dari masing-masing strain itu adalah antigen H atau Haemagglutinin-nya. Sebagaimana diketahui yang berperan pada awal infeksi virus H5N1 adalah unsur H-nya. Kemudian pada akhir infeksi yang berperan baru unsur N-nya (Neuraminidase), pada saat virus keluar dari sel. Vaksin berfungsi sebagai anti H supaya virus tidak menempel.
Wayan mengatakan, vaksin AI dengan strain yang ada saat ini tidak mampu lagi melawan virus H5N1 yang baru. Misalnya vaksin yang diberikan strain Legok sementara yang menyerang strain Sukabumi, tentunya tidak efektif. Jarak genetik virus H5N1 masing-masing strain tersebut pada pohon filogenik semakin jauh.
Menurut Wayan, karakteristik strain Legok dan Sukabumi sudah jauh berbeda. Ia berharap dengan adanya vaksin cocktail yang berisi 2 atau 3 strain itu bisa menahan berbagai bentuk virus AI di lapangan. “Pemerintah harus segera merespon kebutuhan akan vaksin AI baru ini,” kata Wayan
Ia menilai respon pemerintah terbilang lambat karena adanya  prosedur dan sebagainya, sehingga pihak swasta sudah melakukan terlebih dahulu. Sudah 3 tahun lalu Wayan menghimbau pemerintah untuk melakukan uji tantang vaksin AI yang beredar dengan virus AI baru di lapangan, hingga saat ini belum dilakukan.
Ia menghimbau pemerintah agar  tidak hanya melakukan sequencing (pemetaan DNA), namun juga ekspresi biologis dari virus tersebut perlu diamati. Ia berharap hasil penelitian OFFLU (kerjasama lembaga OIE, USAID, dan FAO) di Laboratorium AAHL Geelong Australia beberapa waktu lalu segera dilegalisasikan. Penelitian tersebut dilakukan untuk analisa hasil sequencing isolat-isolat virus AI yang ada di Indonesia.
Berdasarkan pemantauan Wayan, saat ini produk vaksin cocktail sudah mulai dipakai para peternak ayam. Meski secara legal pemerintah belum mengeluarkan izin vaksin tersebut. Ia berpandangan, kelak semua produsen obat akan mengarah pembuatan bentuk vaksin seperti ini.
Ia mengingatkan, kasus AI tidak hanya menyebar pada satu peternakan saja, namun bisa sampai satu wilayah yang cukup luas. “Keganasan virus yang baru morbiditas-nya kian tinggi, bisa menimbulkan kematian dalam waktu hitungan jam,” tegas Wayan.
Ia menambahkan, gejala klinis masih bisa terlihat antara lain pendarahan hebat di organ tubuh terutama di jantung, uterus, lemak tubuh, dan otot. Lalu ada cairan di paru-paru dan kantong jantung. “Virus yang baru ini tergolong sangat akut,” katanya.
Di lapangan akhir-akhir ini, menurut Wayan, dari akhir 2009 sampai Maret 2010, kasus klinis AI di Indonesia masih banyak ditemukan. Misalnya di daerah Jawa Barat. Kebanyakan kasus AI yang terjadi menyerang ayam-ayam yang sudah divaksin. Hal ini terjadi karena kelompok virus yang menyerang sudah berbeda dengan komposisi vaksin yang diberikan.
Soal kebutuhan vaksin AI model baru juga diungkapkan Technical Service PT Romindo Primavetcom, drh Yuana Saputra. Menurutnya untuk vaksin AI yang saat ini banyak digunakan adalah jenis killed (tidak aktif). Padahal, ungkap Yuana,  penggunaan jenis vaksin recombinan bisa lebih efektif. Vaksin ini merupakan rekayasa genetik virus H5N1 yang dicangkokkan dalam jenis virus vaksin lainnya. Ia mencontohkan, gen H5 pada virus AI diambil dan dicangkokkan pada virus vaksin cacar.
Yuana yakin proteksinya vaksin tersebut akan lebih baik. Vaksinasi ini tidak hanya meningkatkan kekebalan humoral (bawaan) ayam saja, namum kekebalan antar sel juga bisa dipenuhi,” kata Yuana. Diakuinya di Indonesia belum ada izin untuk pengembangan teknologi semacam ini.
Langkah Pemerintah
Direktur Kesehatan Hewan (Keswan) Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian, Agus Wiyono, coba menjawab semua sorotan terkait penanganan AI. Ia mengatakan, secara teknis dari kasus AI di lapangan sudah mereda. Namun peluang mutasi gentik virus H5N1 kian besar.
Pihaknya mengalami kesulitan memantau kasus-kasus AI di lapangan. Hal ini karena tidak ada keterbukaan dari pihak terkait mulai dari pemerintah daerah, peternak dan swasta. Ia berharap ada laporan bersama. Pemerintah telah menjalin kerjasama penelitian dengan OFFLU. “Saat ini kita tengah menanti penyerahan master seed virus yang sedang diteliti di Australia,” kata Agus. Diakuinya proses ini sedikit terkendala karena harus pakai MTA (Materi Transfer Agreement). Hal ini yang sedang ia kritisi, jangan sampai adanya MTA justru mempersulit posisi Indonesia. “Ini virus kita yang diteliti, bukan virus mereka,” tegas Agus.
Agus mendesak sampai akhir tahun ini master seed (bibit) vaksin AI tersebut sudah bisa digunakan di Indonesia. “Semua produsen obat di Indonesia bisa menggunakan master seed ini secara gratis,” kata Agus. Idealnya, master seed AI baru ini bisa meningkatkan efikasi vaksin AI di lapangan. Nanti, pihaknya akan melibatkan unit dan balai uji terkait untuk melihat kesesuaian vaksin master seed baru ini dengan virus lapangan.
Terkait reverse genetic vaksin AI (rekayasa genetik), Agus mengatakan, pemerintah masih menetapkan reverse genetic sebagai GMO (Genetically Modified Organism). Diakuinya, bagian ini harus melalui prosedur yang sulit. Teknologi ini masih dikaji oleh Balai Penelitian Veteriner menggandeng peneliti dari akademisi. “Hasilnya nanti untuk memprovokasi penggunaan teknologi ini. Kita cari celah-celah yang tidak melanggar undang-undang,” kata Agus.
Menyoroti soal penanganan AI, National Technical Manager PT Agro Makmur Sentosa (produsen dan distributor obat hewan), Rueslan Isdhianto mengatakan, saat ini produsen obat sedikit bingung menentukan isolat vaksin mana yang efektif untuk mencegah AI. Faktanya yang dibolehkan saat ini hanya strain Legok, sementara vaksin impor jumlahnya terbatas.
“Kita masih menunggu kepastian soal isolat master seed vaksin AI terbaru dari pemerintah,” kata Rueslan. Ia menambahkan,untuk memutus mata rantai penyakit AI satu-satunya jalan adalah stamping out (pemusnahan massal). Ia menyayangkan pemerintah tidak menerapkan kebijakan ini.
Upaya peternak memperketat program vaksinasi dinilai Rueslan masih belum efektif. Pasalnya tingkat sanitasi dan biosekuriti para peternak ayam di Indonesia masih lemah. “Akhirnya AI dianggap teman saja,” ujar Rueslan.
Virulensi dan Mutasi
Menurunnya efikasi vaksin AI  diduga kuat karena virus H5N1 di lapangan secara alami terus bermutasi. Menurut Wayan, perubahan atau mutasi genetik virus AI secara signifikan bisa terlihat dalam kurun waktu 2 tahun. Mutasi genetik virus AI bisa terjadi karena faktor cara penggunaan vaksin yang tanggung atau kurang tepat. 



Selengkapnya baca di Majalah TROBOS Edisi Juni 2011



Ramuan herbal




PENGENDALIAN PENYAKIT AYAM
DENGAN RAMUAN HERBAL
Assalamualaikum wr. Wb.
Sebelumnya mohon maaf karena belum sempat menulis, jadi selama 2 tahun ini kami vakum mengupload artikel. Nah dengan kedatangan musim hujan yang sudah dekat perlu diwaspadai penyakit menular pada ayam peliharaan anda, oleh karena itu kami memberikan tips herbal dalam mengatasi secara dini penyakit menular pada ayam. 
Salah satu penyakit ini dalam istilah bahasa jawanya haratan dan dalam istilah medis aves influenza atau flu burung, sangat mematikan bahkan ayam yang pagi harinya masih makan dengan lahap sore harinya bisa tewas mengenaskan, ganas bukan. Ciri ayam yang terjangkit penyakit ini adalah mata berair dan agak bengkak, nafsu makan berkurang, jengger terlihat membiru kehitaman, terlihat kurang aktif bergerak. Begitu cepatnya penyakit ini menjangkiti ayam sehingga mampu membunuh ayam dengan hitungan jam saja, bahkan sebelum anda melihat seluruh ciri-ciri ayam terjangkit. Menularnya pun sangat cepat, jika anda terlambat mengisolasi ayam yang sakit maka dengan cepat akan menular ke ayam lainnya. 
Setelah beberapa kali memindahkan ayam sakit ke kandang isolasi kami melihat ayam yang tertular lebih dulu tidak selalu ayam yang berada disamping kanan atau kiri si ayam sakit (walaupun dalam beberapa kasus ada juga yang langsung tertular), kemudian setelah meneliti lebih jauh kami menyimpulkan daya tahan dan sistem imun yang berbeda-beda membuat ayam yang berada di sisi terdekat dari si ayam sakit tidak serta merta tertular penyakit tersebut.
Ujicoba pun dimulai, dari vaksinasi yang di tambah frekwensinya sampai penggunaan sayuran sebagai pakan tambahan kami lakukan demi menyelamatkan ayam-ayam di kandang batery kami. Kemudian kami mencoba ramuan jamu herbal dan alhamdulillah dengan ramuan herbal yang kami temukan ini menampakkan hasil yang memuaskan . Pemberian mpon-mpon jahe dan kunci membuat ayam-ayam kami seperti kebal terhadap penyakit tersebut.
Begini cara pengaplikasiannya pertama siapkan jahe yang telah dikupas bersih 1kg, dan siapkan kunci 2kg dikupas bersih. Kemudian campur kedua bahan tadi dan haluskan, bisa dimixer atau ditumbuk. Setelah halus siapkan kira-kira 100 ltr air bersih, kemudian campurkan ramuan yang telah halus dengan air tersebut. Berikan pada ayam pada waktu sore hari sampai dengan pagi hari, kemudian pada pagi hari ganti air herbal tadi dengan air biasa  (bisa juga dengan air dicampur vitamin). Pemberian air herbal ini dilakukan 3 s/d 5 hari sekali sebagai pencegahan.
Jika ayam dikandang anda terlanjur terjangkit penyakit maka harus diberikan setiap hari. Pengaplikasiannya harus tepat waktu, sekitar jam 15.00 wib berikan air herbal tersebut kemudian esok harinya sekitar jam 10.00 wib ganti dan bersihkan tempat air, bisa di isi lagi dengan air bersih atau air vitamin atau air obat dan jam 15.00 wib pasang lagi air herbalnya. Lakukan pergantian seperti itu terus menerus sampai tidak ada ayam yang sakit lagi. Jangan lupa mengisolasi ayam yang terlanjur sakit.
Semoga ramuan herbal yang sederhana ini mampu mencegah dan memberantas penyakit ayam anda pada musim penghujan nanti, dan jangan lupa teruslah berdoa karena segala yang sakit dapat sembuh hanya dengan ijin Allah SWT. 
Wasalamualaikum wr. wb.